Tabu Pekan Imlek: Jurus Jitu Stabilitas Perekonomian Etnis Tionghoa di Lumajang

  • Zaqiatul Istiqomah Universitas Jember
Abstract views: 161 , PDF downloads: 178
Keywords: : Imlek, Tabu, Tionghoa, Stabilitas Ekonomi

Abstract

Tahun baru Imlek yang dalam bahasa Mandarin disebut 春节chūnjié merupakan perayaan terbesar dan terpenting etnis Tionghoa di Indonesia. Selama pekan Imlek (tanggal satu sampai tanggal lima belas kalender Tionghoa) banyak pantangan-pantangan budaya tabu yang harus diikuti masyarakat etnis Tionghoa. penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jenis-jenis tabu pekan Imlek berdasarkan unsur kebahasaan serta kaitannya dengan usaha menstabilkan perekonomian. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan unsur-unsur kebahasaan, tabu pekan Imlek dibagi menjadi beberapa macam, yaitu pantangan terhadap beberapa kegiatan yang tidak diperbolehkan, tabu terhadap makanan, tabu terhadap minuman, dan tabu pemberian hadiah. Sedangkan latar belakang sosial tabu pekan Imlek membuktikan bahwa selain melalui usaha profesional dengan bekerja, strategi untuk menjaga stabilitas perekonomian masyarakat etnis Tionghoa juga dilakukan melalui upaya kultural. Artinya, konsep makrokosmos juga ditekankan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan kondisi keuangan. Hal ini berkesinambukan dengan konsep yin yang serta konsep Li (ritual) yang merupakan hasil pemikiran filsuf Tiongkok Konfusius dan Taoze.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Angraeni, A. (2019). Deskripsi Bahasa Identitas Gender dalam Penggunaan Kata-Kata Tabu Bahasa Jawa di Jawa Timur. Jurnal: Deskripsi Bahasa, 2 (1), 68–75.
Frazer, G. (1911). Taboo and The Perils of The Soul. London: Macmillan.
Gunarman Asim. (1999). Realisasi Tindak Tutur Melarang di Dalam Bahasa Indonesia di Kalangan Penutur Jati Bahasa Jawa dan Bahasa Batak. Depdikbud Universitas Indonesia.
Hartati, S. (2020). Ungkapan Tabu dalam Novel Remaja Lupus Cinta Olimpiade. UG Jurnal, 14, 1–12.
Heriyanti, K. (2021). Humanisme dalam Ajaran Konfusianisme. Jurnal Filsafat Agama Hindu, 12 (1), 56–66.
Junaidi, J., & Wardani, V. (2019). Konteks Penggunaan Bahasa Tabu Sebagai Pendidikan Etika Tutur Dalam Masyarakat Pidie. Jurnal Serambi Ilmu, 20(1), 1-17.
Kridalaksana, H. (2010). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Pratiwinindya, R. A. (2018). Simbol Dendheng Lanangan Pada Atap Rumaj Tradisional Kudus dalam Perspektif Kosmologi Jawa-Kudus. Jurnal Imajinasi, 12 (1), 18–24.
Samingin & Asmara, R. (2016). Eksplorasi Fungsi dan Nilai Kearifan Lokal Dalam Tindak Tutur Melarang di Kalangan Penutur Bahasa Jawa Dialek Standar. Jurnal Transformatika, 12(1), 28–43.
Setiawan D. (2019). Filsafat Komunikasi dalam Makrokosmos. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Comunication Study, 5(2), 73–87.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). Bandung: Alfabeda.
Widiana, I. W. (2019). Filsafat Cina: Lao Tse Yin-Yang Kaitannya dengan Tri Hita Karana Sebagai Sebuah Pandangan Alternatif Manusia Terhadap Pendidikan Alam. Jurnal Filsafat Indonesia, 2 (3), 110–123.
Published
2023-03-27
How to Cite
Istiqomah, Z. (2023). Tabu Pekan Imlek: Jurus Jitu Stabilitas Perekonomian Etnis Tionghoa di Lumajang. LINGUA : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 20(1), 161-172. https://doi.org/10.30957/lingua.v20i1.791
Section
Articles